Apa itu Alzheimer?
Pernah kepikiran nggak sih, apa yang sebenarnya terjadi pada otak sampai bisa terkena Alzheimer? Penyakit Alzheimer sejatinya terjadi karena adanya gangguan penurunan fungsi saraf pada otak yang paling sering menyebabkan pikun atau demensia pada lansia. Secara biologis, ini terjadi karena ketidakseimbangan antara produksi dan pemecahan peptida amiloid-β (Aβ) di otak, yang kemudian menumpuk dan menimbulkan plak maupun kekusutan pada saraf. Tumpukan ini merusak komunikasi antar sel saraf yang bertanggung jawab atas memori dan kemampuan berpikir. Hingga saat ini Alzheimer termasuk penyakit yang tidak dapat disembuhkan, namun kabar baiknya penyakit ini tetap dapat dicegah. Salah satu upaya untuk mencegah Alzheimer adalah dengan mengatur makanan yang kita konsumsi setiap harinya.
Telur Bisa Cegah Alzheimer?
Telur merupakan bahan makanan yang telah terbukti memiliki kemampuan untuk mencegah terjadinya Alzheimer. Hasil riset pada Adventist Health Study menemukan bahwa mengonsumsi telur dapat menurunkan 17-27% resiko terkena Alzheimer dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi telur. Hal ini juga sejalan dengan hasil riset pada Rush Memory And Aging Project yang menemukan bahwa mengonsumsi telur per minggu dapat menurunkan resiko Alzheimer, sera ditemukan pula bahwa lansia yang sering mengonsumsi telur memiliki lebih sedikit plak dan sel saraf yang kusut pada otak. Lalu, apa sih yang terkandung di dalam telur hingga bisa menurunkan resiko terkena Alzheimer?
Kandungan Nutrisi Telur yang Menjaga Fungsi Otak
Telur kaya akan nutrisi yang baik untuk kesehatan otak. Kandungan gizi yang terdapat pada telur diantaranya adalah kolin, lutein, zeaxanthin-carotenoid, fosfolipid, asam lemak omega-3 dan triptopan. Nutrisi tersebut sangat berperan dalam menunjang ketahanan kognitif dan mengurangi kerusakan pada sel saraf.
Kolin berfungsi sebagai prekursor pembuatan asetil kolin dan phosphatidylcholine yang berperan penting untuk daya ingat, proses belajar dan fungsi kognitif
Lutein dan zeaxanthin-karotenoid berfungsi dalam peningkatan performa kognitif serta pengurangan stres oksidatif
Fosfolipid berfungsi sebagai reseptor neurotransmitter
Asam lemak omega-3 berperan dalam neurogenesis, integritas membran neuron dan plastisitas sinaptik
Triptopan berfungsi sebagai prekursor serotonin yang mengatur suasana hati, kognitif, sintesis melatonin, serta dapat mengurangi reaktivitas stres
Ciptakan Rutinitas Sehat
Nah, setelah membaca informasi di atas, ternyata hanya dengan makan telur secara rutin bisa berdampak baik ya bagi otak. Telur bisa menjadi investasi praktis dan lezat untuk melindungi otak kita dari kerusakan. Yuk sekarang kita mulai rutin mengonsumsi telur. Tambahkan saja sekitar 2-4 butir telur seminggu ke menu makan. Ciptakan rutinitas baru ini sebagai bagian dari pola makan yang seimbang dan sehat. Intinya bukan soal makan telur sebanyak-banyaknya ya, tapi bagaimana sebuah rutinitas pola makan sehat, cukup dan bergizi dapat diterapkan.



